12 Desember 2008
Letto - Bunga di Malam Itu
Malam itu lah malamku
Am G F G
Ketika aku bertemu denganmu
C Am F G
Dalam hati ku tersedu
Am G F G
Tanganku tergenggam menahan haru
Dm Am F G
Mataku tak lepas darimu
Dm Am F G
Walaupun ku sendiri ragu
Reff:
C Am F G
Bunga menebar sejuk wewangian malam itu
C Am F G
Ku tak mampu menahan rasa yang tak menentu
C Am F G
Lalu muncullah rasa di dalam benakku
C Am F G
Ku tak pantas memandangi wajahmu
C Am F G
Rindu itu belum hilang
Am G F G
Walau pertemuan itu terkenang
C Am F G
Dalam hatiku berdoa
Am G F G
Jangan sampai aku pernah terlupa
Dm Am F G
Padamu penjaga hidupku
Dm Am F G
Tak pernah meninggalkan aku
Back to reff: [2x]
29 November 2008
Profil Sheila on 7
Sampai saat ini juga, mereka masih sulit untuk menyebut warna musik apa yang sebenarnya dimainkan. Tetapi satu hal yang jelas adalah bahwa mereka berkeyakinan untuk memainkan “Sheila music”, dimana ide-ide atau kreasi dalam bermusik dimunculkan secara spontan dan menampilkan lirik-lirik yang gampang dicerna serta konsep musik yang sederhana.
Pada awal berdirinya grup ini bernama “Sheila”. Tidak lama kemudian, mereka menambahkan kata “Gank”, hingga jadilah “Sheila Gank”. Namun karena masalah ‘sense’, akhirnya nama mereka berganti menjadi “Sheila on 7”, “on 7” berarti solmisasi alias 7 tangga nada (do re mi fa sol la si).
Sejak awal grup ini mencoba untuk tampil secara profesional. Dimulai dengan keterlibatan mereka dalam beberapa pentas musik, festival maupun pertunjukan komersil di DIY dan Jawa Tengah, baik di lingkup sekolah, kampus, serta panggung umum. Satu hal yang cukup meyakinkan dan membanggakan adalah keikutsertaan mereka dalam program indie label “Ajang Musikal” (Ajang Musisi Lokal) di tahun 1997 milik Radio Geronimo 105.8 FM & G-Indie Production di Yogyakarta, dimana program ini adalah program sindikasi radio yang disiarkan oleh hampir 90 radio swasta di tanah air. Ajang Musikal adalah program radio yang menyiarkan lagu-lagu karya sendiri dari band-band lokal yang belum pernah rekaman komersial.
Dalam program ini mereka mendapat respons yang sangat positif, dimana request dari para pendengar untuk lagu karya mereka sendiri yaitu ‘Kita’, menempatkan mereka selama 3 bulan berturut-turut di tangga lagu Ajang Musikal G-Indie 10 pada bulan Maret, April, dan Mei 1997.
Menunjuk pada hal tersebut, “Sheila on 7” mampu untuk merefleksikan dirinya dan menjadikannya sebagai tolok ukur untuk ke jenjang yang lebih atas lagi yakni rekaman komersial. Dengan penuh keyakinan pula, Sheila on 7 memberanikan diri untuk menawarkan demotape serta proposal ke label Sony Music Indonesia, dan akhirnya kesempatan pun datang dengan dikontraknya Sheila on 7 untuk 8 album dengan sistem royalti.
29 Oktober 2008
Hakikat Zikir
Zikir secara harfiah berarti ingat dan sebut. Ingat adalah gerak hati, sedangkan sebut adalah gerak lisan. Zikrullah berarti mengingat dan menyebut Allah. Adapun perpaduan keduanya barulah makna awal dari “khusyuk”.
Zikir sebenarnya terdiri dari 4 (empat) bagian yang saling terikat, tidak terpisahkan, yaitu : zikir lisan (ucapan), zikir qalbu (merasakan kehadiran Allah), zikir ‘aql (menangkap bahasa Allah di balik setiap gerak alam), dan zikir amal (takwa: patuh dan taat terhadap perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya). Idealnya, zikir itu berangkat dari kekuatan hati, ditangkap oleh akal, dan dibuktikan dengan ketakwaan, amal nyata di dunia ini.
Zikir adalah perintah Allah subhanahu wa ta’ala kepada orang-orang beriman (QS. Al-Ahzab : 41-42). Maka orang yang beriman adalah orang yang banyak berzikir. Kurang iman, kurang zikir. Tidak beriman, tidak akan berzikir. Berzikir berarti taat pada perintah Allah. Praktiknya bisa jadi dalam keadaan berdiri, duduk atau berbaring (QS. Ali Imron : 191), di Masjid (QS. An Nur : 36), Musholla, rumah, kantor, atau jalanan sekalipun. Bisa dilakukan sendiri-sendiri (QS. Al A’raf : 205) atau berjamaah (dalam majelis).
Rasululloh shollallohu ‘alaihi wassalam bahkan menyebut majelis zikir sebagai taman surga. Beliau bersabda,
“‘Apabila kalian melewati taman surga, maka bersimpuhlah.’ Para sahabat bertanya, ‘Apa itu taman surga?’ Beliau shollallohu ‘alaihi wassalam menjawab, ‘Yaitu majelis zikir.’”
(HR. Ahmad dan At-Tirmidzi)
Zikir adalah pangkal ketenangan dan kedamaian (QS. Ar Ra’d : 28). Allah adalah sumber ketenangan dan kedamaian (as-Salam). Maka, untuk mencapai ketenangan dan kedamaian itu jalannya adalah mendatangi sumbernya dan membersamakan diri dengan-Nya. Zikir itulah jalan pembersamaan (ma’iyyatulloh). Adapun meninggalkan zikir sama dengan membuka keleluasaan bagi setan untuk menunggangginya (QS. Az Zukhruf : 36), menciptakan kepengapan hidup serta membutakan mata hati (QS. Thaha : 124). Selain sebagai wujud ketaatan, zikir merupakan identitas utama seorang mukmin (QS. Al Anfal : 02).
Sejatinya, zikir membentuk pribadi yang bertakwa. Yaitu amat taat terhadap perintah Allah dan berjuang maksimal menjauhi larangan Allah. Orang yang berzikir sadar betul bahwa ia senantiasa berada di bawah tatapan dan perhatian-Nya.
“‘Maukah aku beritahu amalanmu yang terbaik, yang paling tinggi dalam derajatmu, paling bersih di sisi Robb-mu, serta lebih baik dari menerima emas dan perak?’ Para sahabat menjawab, ‘Ya.’ Lalu Nabi shollallohu ‘alaihi wassalam berkata, ‘Zikrullah.’”
(HR. Ahmad dan Ibnu Maajah)
“Jama’ah yang duduk berzikir menyebut nama Allah pasti dikelilingi malaikat, rahmat akan tercurah pada mereka, ketentraman diturunkan pda mereka dan Allah menyebut nama mereka pada sesuatu yang berada di sisi-Nya.”
(HR. Muslim)